Fatwa
Al-Azhar: Tiga Perkara Ini Membuat Shalat Jadi Khusuk
Shalat merupakan tiang agama. Kewajiban shalat tidak boleh ditinggalkan, walau bagaimanapun keadaannya. Bahkan saat kondisi genting perang melanda, ada shalat khouf dalam keadaan seperti itu. Saat sakit parah, meski hanya dengan isyarat kedipan mata, seorang muslim wajib melaksanakan shalat.
Majma’ Buhuts salah satu lembaga kajian perihal masalah keagamaan Al-Azhar Mesir, baru-baru ini mendapatkan pertanyaan tentang shalat khusuk. Khusuk memang bukan termasuk rukun shalat. Namun, tujuan shalat sebagai benteng dari perbuatan keji dan mungkar tak sempurna tanpa khusuk. Lalu, apa saja hal yang akan mengantarkan shalat khusuk ? berikut penjelasan sekretaris fatwa Majma’ Buhuts Al-Azhar.
Salahsatu Indikator kebaikan adalah menjaga kesempurnaan shalat sesuai tuntunan syariat. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menjadi landasannya. Setidaknya ada tiga ayat dalam Al-Quran yang menegaskannya, yaitu Surat Al-Mu’minun (ayat 1-2) serta Al-Baqarah (ayat 45 dan 238 ). Begitu juga dengan Hadist, dalam Sunan Abi Dawud hadist nomor 796 dari Qutaibah bin Said, Rasulullah SAW. Bersabda :
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلاَّ عُشْرُ صَلاَتِهِ تُسْعُهَا ثُمُنُهَا سُبُعُهَا سُدُسُهَا خُمُسُهَا رُبُعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا
“Sesungguhnya seseorang tidak kembali (dari shalat) kecuali telah dicatat baginya (pahala shalat) sepersepuluh dari shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau hanya separuhnya saja”
Tiga perkara yang membuat shalat makin khusuk adalah: pertama, mengetahui tata cara shalat yang baik seperti Rasulullah SAW ajarkan.
Adalah suatu kewajiban untuk memahami tata cara shalat yang baik. Sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah SAW dan para ulama. Tak cukup hanya paham namun mengerti doa, dzikir dan bacaan shalat. Dan kita praktikkan dengan baik dalam shalat. Sebagaimana sabdanya :
وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى
“Dan shalatlah kamu sebagaimana aku shalat”
Kedua, berusaha untuk khusuk dalam shalat. Usaha ini tentu harus dilakukan sepanjang hayat. Karena ilmu itu harus dipertebal dengan terus belajar dan menyempurnakan keilmuan dengan praktik.
Rasulullah bersabda Bahwa ilmu akan didapat dengan tekun belajar sedangkan angan-angan hanya ada di awang-awang. Di dalam Surat Al-Ankabut ayat 69 juga disebutkan bahwa Allah akan menunjukkan jalan bagi orang yang sungguh-sungguh berusaha mencari keridlaan-Nya.
Ketiga, menghadirkan Allah SWT. Dalam shalat dengan menghadirkan penghambaan utuh kepada tuannya. Hal ini harus dilakukan, karena saat shalat adalah waktu terbaik “bercakap-cakap” dan mengadu kepada Allah.
Namun, adakalanya gangguan dari setan untuk menghadirkan was-was dan pikiran selain shalat, selalu ada. Untuk itu, dalam laman fatwa yang dikutip oleh elmogaz.com menyarankan untuk meludahlah ke sebelah kiri dan berlindung dari godaan setan, insyaAllah dengan izin Allah, para pengganggu dari syetan dan jin akan lenyap.
Penikmat kopi dan penyuka hujan. Aktif menulis, menerjemah dan mbakul buku. Kini tinggal di Malang, Jawa Timur.