Artikel

Cemburu Tanda Kesempurnaan Istri

02 Mar 2021 04:40 WIB
2069
.
Cemburu Tanda Kesempurnaan Istri

Suatu hari Rasulullah saw. pulang ke rumah. Beliau mendapati Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha yang sedang sakit kepala. Istrinya itu berkata, “Waa ra'saah, (sakitnya kepalaku).”

Rasulullah saw. pun menyahut, "Justru kepalaku yang sakit, wahai Aisyah, waa ra'saah"

Beliau saw. melanjutkan, "Apa kerugianmu seandainya kamu mati sebelum aku; padahal aku yang akan memandikanmu, mengkafanimu, menyalatkanmu dan menguburkanmu?"    

Sayyidah Aisyah ra. menjawab, "Tapi kalau terjadi itu, engkau akan pulang ke rumahku dan bermesraan dengan istri-istrmu yang lain.”

Rasulullah saw. pun tersenyum. Kemudian mulailah Sayyiduna Rasulullah sakit yang berakhir dengan wafat beliau.

Sayyidah Aisyah ra. cemburu, meskipun saat dibayangkan diri beliau meninggal terlebih dahulu.

Jadi di antara kesempurnaan seorang istri dan kesempurnaan seorang perempuan adalah sifat cemburu. Itu tanda cinta.

Seorang istri yang tidak peduli suaminya kawin lagi; tentu ada sesuatu, atau sudah menganggap suaminya tak berarti.

Di antara keistimewaan putri-putri Sayyiduna Rasulullah saw. adalah tidak boleh dipoligami. Karena kesedihan putri beliau membuat sedih beliau dan membuat sedih beliau merupakan dosa besar.

Seorang manusia dinasabkan pada ayahnya kecuali anak-anak Sayyidah Fathimah.

Niqabah al-Asyraf (lembaga yang mengurusi keturunan Sayyiduna Rasulullah saw. di Mesir) membagi para keturunan Nabi menjadi 2 macam:

- Zhuhur: keturunan dari pihak ayah.

- Buthun: keturunan dari pihak ibu.

Dengan ini, pencatatan keturunan Sayyiduna Rasulullah saw. di Mesir lebih detail daripada di Yaman.

Sayyiduna Ali—semoga Allah swt. memuliakan wajahnya—menikah dengan banyak perempuan setelah wafat Sayyidah Fathimah. Sekitar 17 perempuan.

Lalu apa hukum mempoligami keturunan Sayyidah Fathimah?

Ada perbedaan pendapat:

- Sebagian mengatakan boleh.

- Sebagian mengatakan tidak boleh, karena membuat sedih mereka berarti membuat sedih Sayyidah Fathimah.

Maulana Syekh Yusri Rusydi hafizhahullah menasehati untuk tidak usah berpoligami di zaman ini.

~ Faedah dars bersama Maulana Syekh Yusri Rusydi hafizhahullah, setelah shalat Jum'at, 1 Februari 2019 M. Masjid al-Asyraf, Muqattam.

Hilma Rosyida Ahmad
Hilma Rosyida Ahmad / 42 Artikel

Bernama lengkap Ustadzah Dr. Hilma Rasyida Ahmad. Menimba ilmu di Universitas Al-Azhar. Beliau juga salah satu murid Syekh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani asy-Syadzili.

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: