Kisah

Karbala: Reaksi Yazid atas Keberangkatan Husein ke Kufah (4)

19 Aug 2021 03:42 WIB
2888
.
Karbala: Reaksi Yazid atas Keberangkatan Husein ke Kufah (4)

Pemimpin Kufah, Ubaidillah bin Ziyad mendengar berita keberangkatan Husein lantas meminta keputusan kepada Yazid.

“Cari Muslim bin Aqil, kalau bisa bunuh dia!” suruh Yazid kepadanya.

Muslim saat itu bersembunyi di rumah seorang bernama Hani' bin Urwah. Dia lebih memilih tiada henti berpesan kepada penduduk Kufah agar terus menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.

Seiring berjalannya waktu, terciumlah keberadaan Muslim atas laporan seorang budak dari Bani Tamim yang melihatnya di rumah Hani'.

Tak lama kemudian Ibnu Ziyad beranjak dari kantornya untuk langsung menemui Hani'.

Hani' bersikukuh tidak memberitahukan keberadaan Muslim, tetapi Ibnu Ziyad terus memaksanya. Setelah putus asa, dia pun memukul dan menamparnya hingga tercucur darah dari hidungnya kemudian memenjarakannya.

Setelah mendengar berita ini, Muslim mengumpulkan para penduduk Kufah sebanyak 4000 pasukan di bawah panji berwarna hijau dan merah. Mereka lalu berangkat menuju kantor Ibnu Ziyad.

Ibnu Ziyad tak tinggal diam. Dia mengutus sekelompok orang untuk mendatangi penduduk Kufah dan mengancam mereka karena menolong Muslim bin Aqil. Mereka juga diancam akan dibunuh.

Ultimatum itu berhasil. Tidak tersisa dari pasukan Muslim kecuali 30 orang saja yang nantinya mereka pun meninggalkan Muslim sebatang kara untuk menghadap Ibnu Ziyad.

Muslim memutuskan untuk singgah di salah seorang rumah penduduk yang bernama Taw’ah untuk setidaknya makan sesuap demi menghilangkan rasa laparnya.

Setelah mengintai keberadaan Muslim, Ibnu Ziyad mengutus bala tentara berjumlah 80 penunggang kuda untuk mengepung rumah itu. Mereka meringsek ke dalam rumah, tapi Muslim sendiri berhasil memukul mundur mereka.

Terjadi perlawanan di luar rumah yang tak adil. Satu lawan 80, Muslim sendirian melawan tentara Ibnu Ziyad. Usai melawan dengan sengit, Muslim akhirnya takluk dengan bersimpuh darah pada wajah dan bibirnya. Kekalahan tak dapat dihindari. Muslim diseret ke hadapan Ibnu Ziyad dan ia pun terbunuh olehnya.

Tetapi sebelum Muslim terbunuh, ia sempat mengutus utusan bernama Iyas bin Abbas untuk memberi kabar kepada Husein beserta Ahlul bait agar jangan pergi ke Kufah karena penduduknya telah menipu, berdusta dan membunuhnya.

Nantinya pesan ini akan sampai kepada Husein setelah keberangkatannya dari Makkah, dan tepatnya ketika dia sampai di daerah bernama Zabalah (jarak perjalanan 4 malam untuk ke Kufah). 

Muhammad Fahmi Salim
Muhammad Fahmi Salim / 42 Artikel

Alumni S1 Univ. Imam Syafii, kota Mukalla, Hadramaut, Yaman. Sekarang aktif mengajar di Pesantren Nurul Ulum dan Pesantren Al-Quran As-Sa'idiyah di Malang, Jawa Timur. Penulis bisa dihubungi melalui IG: @muhammadfahmi_salim

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: