Youtube

Mengapa Wahabi Keluar dari Ahlus Sunnah wa Jamaah?

08 Jan 2022 09:56 WIB
9944
.
Mengapa Wahabi Keluar dari Ahlus Sunnah wa Jamaah? Syekh Said Faudah, cendekiawan muslim dan pakar ilmu kalam dari Suriah.

Sebagian orang mengatakan, "Mengapa kalian mengeluarkan Wahabi dari golongan Ahlus Sunnah padahal tidak ada pernyataan langsung dalam Muktamar Chechya bahwa Wahabi Bukan termasuk Aswaja?"

Muktamar Internasional Ulama Muslim atau Muktamar Ahlus Sunnah Wal Jamaah diselenggarakan di Grozny, ibu kota Republik Chechnya pada 25-27 Agustus 2016. Konferensi Chechnya ini membahas "Siapakah Ahlus Sunnah wal Jamaah? Penjelasan dan Klasifikasi Metode Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam Aqidah, Fikih, dan Akhlak, serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas".

Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad al-Tayeb, para mufti dan lebih dari dua ratus ulama dari seluruh dunia hadir dalam muktamar ini. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Presiden Republik Chechnya Ramadhan Ahmed Kadyrov dalam rangka mengenang dan memperingati Presiden Ahmad Haji Kadyrov.

Hasil Muktamar Chechya ini antara lain mengeluarkan fatwa yang secara resmi menegaskan bahwa aliran Wahabi bukan bagian dari Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Muktamar Chechnya berupaya meluruskan klaim sepihak dari kelompok Wahabi yang merepresentasikan diri sebagai kelompok yang paling Ahlus Sunnah wal Jamaah. Akibatnya mazhab Aswaja ini menjadi korban stigma lantaran paham Wahabi teridentifikasi sebagai ideologi kekerasan.

Untuk meluruskan stigma dan membedakan yang mana paham Aswaja dan Wahabi, muktamar Chechnya menegaskan bahwa Aswaja adalah Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam akidah, empat mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni sesuai manhaj Imam al-Ghazali dan Imam Junaid serta para ulama yang meniti jalannya.

Saudi Arabia dikabarkan marah dengan keputusan muktamar ini. 

Syekh Said Faudah Yordania, cendekiawan muslim dari Suriah termasuk yang ikut hadir dalam muktamar. Simak penjelasan beliau yang menegaskan alasan mengapa Wahabi memang keluar dari golongan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Redaksi
Redaksi / 450 Artikel

Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial. 

Abdus Syukur AK
03 June 2023
Dakwah Wahabi Salafi di Indonesia lebih banyak menyebabkan perpecahan karena prinsip mereka dalam satu perkara hanya ada satu kebenaran-- dan pendapat nyalah yang paling benar. Keduanya muridnya di doktrin tidak boleh ikut kajian ilmu agama selain dari ustadz mereka yang wahabi salafi, yang lainnya adalah sesat.
Mohd kusairi
12 July 2023
Saudara kita yg berada didlm persidangan tersebut juga adalah taksub kepada mazhab asyairah dan maturidiyah. Mereka mengeluarkan mazhab hanabilah drp ahl sunnah. Mereka menggunakan metodologi asyairah dan maturidiyah untuk mengeluarkan sesiapa yg tidak berpegang kepada cara fikir mereka sebagai terkeluar drp ahl sunnah. Ini membawa pepecahan yg lebih besar dikalangan umat islam. Kemudian nanti pihak hanabilah akan mengeluarkan kenyataan bahawa al asyairah dan maturidiyah bukan dikalangan ahl sunnah disebabkan mengambil jalan yg setupa fgn jahmiyah dan muktazilah didlm beberapa ayat2 sifat. Perbalahan ini telah berlaku semenjak kurun ke 4 lagi. Namun, ada ulama2 yg taksub mazhab masing2 telah mengeluarkan saudara kita yg bermazhab lain drp ahl sunnah.
AHMADINOTO
13 August 2023
Aswaja adalah Asy'ariyah dan Maturidiyah dalam akidah, empat mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni sesuai manhaj Imam al-Ghazali dan Imam Junaid serta para ulama yang meniti jalannya. Jadi hanabilah adalah Aswaja, tapi hanabilah yg tidak anti sufi, Imam2 hanabilah cinta sufi, masa 'ulama hanabilah yg sekarang anti sufi, berarti mereka bukan hanabilah, jadi keluar sendiri

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: