Berita
Mentri Wakaf Mesir: Selamatkan Nyawa Lebih Utama dari Memakmurkan Masjid
Menteri Wakaf Mesir, Dr. Mukhtar Juma, menegaskan bahwa pintu rahmat bulan suci Ramadan tetap terbuka lebar meski umat Islam tidak dapat melaksanakan salat tarawih dan salat malam di masjid dikarenakan pandemik corona.
Hal itu disampaikan melalui video berdurasi 4 menit 57 detik yang diunggah di akun facebook resmi kanal berita Timur Tengah mena.org.eg, Jumat (24/4/2020).
Menteri Mukhtar mengutip hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa seorang hamba yang sakit atau melakukan perjalanan tetap mendapatkan pahala atas amalan ibadah yang biasa dilakukannya saat dalam kondisi sehat dan tidak bepergian.
Dalam video itu, dirinya menekankan keutamaan dan pahala melaksanakan salat tarawih dan salat malam di rumah lantaran banyaknya masyarakat yang bertanya tentang bagaimana umat Islam menjalani bulan Ramadan di tengah pandemi corona.
Selanjutnya, Menteri Mukhtar menambahkan bahwa keutamaan melaksanakan salat tarawih di masjid berkaitan erat dengan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.
“Dalam kontes pandemi corona, para ahli medis telah mengatakan bahwa perkumpulan yang melibatkan banyak orang sangat berisiko dalam penyebaran virus,” katanya.
Hal tersebut, lanjut Menteri, menjadikan salat tarawih di rumah lebih diutamakan karena menyelamatkan nyawa seseorang lebih diutamakan dari memakmurkan masjid (hayâtus sâjid aula min ‘imâratil masâjid).
Dr. Juma Mukhtar juga menegaskan bahwa hukum dilarangnya melaksanakan salat tarawih di masjid untuk sementara waktu diambil berdasarkan pertimbangan yang dilakukan oleh para ahli medis dari Kementerian Kesehatan dan WHO.
“Secara fikih, hukum ini dikuatkan dengan salah satu tujuan utama syariat yang menekankan keselamatan nyawa seorang hamba,” ucapnya.
Karenanya melanggar keputusan ahli medis sama saja dengan melanggar hukum syariat, dan barang siapa yang tetap mengerjakan salat tarawih di masjid di tengah bahaya corona maka ia dianggap telah melakukan maksiat dan dosa.
Dia mengakhiri videonya dengan menekankan dua hal. Pertama, beliau mengajak seluruh umat muslimin untuk berdoa setiap hari di bulan yang mulia ini agar Allah segera mengangkat musibah corona karena doanya orang yang berpuasa tidak tertolak.
Kedua, beliau mengajak untuk menguatkan tali persaudaraan kemanusiaan dan membantu mereka yang membutuhkan dengan bersedekah.
Terkhusus bagi mereka yang batal umrah lantaran corona, Dr. Mukhtar Juma mengajak untuk mengalokasikan biaya umrah itu untuk disedekahkan. Mereka akan mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala niat berumrah dan pahala membantu mereka yang membutuhkan.
Ajakan tersebut sesuai dengan kampanye sedekah yang digadang oleh Darul Ifta Mesir di tengah krisis corona yang melanda seluruh dunia.
Penulis dan Penerjemah, sedang menempuh program magister kritik sastra Arab di Universitas al-Azhar Mesir.