Kisah

Minuman Keras yang Sanadnya Dhaif

26 Mar 2021 07:10 WIB
1907
.
Minuman Keras yang Sanadnya Dhaif

Ada seorang ahli hadits naik sebuah perahu. Di dalam perahu itu ia bertemu seorang Nasrani. Keduanya kemudian memutuskan untuk makan bersama.

Setelah selesai makan, si Nasrani mengeluarkan wadah berisi minuman. Setelah meminumnya, ia menawarkan minuman itu kepada si ahli hadits yang langsung menerimanya tanpa sungkan.

Si Nasrani itu berkata, “Ya ampun! Yang aku lakukan hanya menawarkan minuman sebagaimana yang dilakukan orang-orang. Minuman yang kau teguk tadi adalah khamar.”

Si ahli hadits tadi bertanya, “Memangnya kamu tahu dari mana itu khamar?”

Si Nasrani menjawab, “Budak milikku membelinya dari orang Yahudi, dan dia menyebut bahwa minuman itu khamar.”

Mendengar itu si ahli hadits buru-buru menghabiskan minuman tersebut dan berkata kepada si Nasrani, “Heh dungu! Kami ini ahli hadits, yang biasa melemahkan (menganggap dha’if) haditsnya Sufyan bin Uyainah dan Yazid bin Harun. Lantas kamu berharap kami percaya cerita yang diriwayatkan seorang Nasrani, dari budaknya, dari orang Yahudi pula! Demi Allah, saya meminumnya karena sanadnya dhaif. Itu saja!!”

Kisah di atas diambil dari kitab Hadaiq al-Azhar karya Ibnu Ashim al-Gharnathi (w. 1426 M), seorang ulama besar dan ahli fikih mazhab Maliki dari Granada, al-Andalus.

Ibnu Ashim al-Gharnathi merupakan murid dari salah satu raksasa fikih tersohor di al-Andalus, yaitu Abu Ishaq asy-Syathibi (w. 1388 M), penulis buku babon dalam ilmu Ushul Fikih berjudul Kitab al-Muwafaqat fi Ushul al-Fiqh.


Ade Gumilar
Ade Gumilar / 12 Artikel

Alumni Mahasiswa Al-Azhar Mesir. Melanjutkan S2 di Universitas Indonesia konsentrasi Kajian Timur Tengah. Sekarang menjadi dosen sejarah peradaban Islam IAIN Syekh Gunung Djati Cirebon

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: