Berita

Muslim Dunia Bantu Perangi Covid-19

11 Apr 2020 05:34 WIB
1738
.
Muslim Dunia Bantu Perangi Covid-19

Sejumlah orang muslim dari semua lapisan masyarakat di seluruh dunia bersatu mengulurkan donasi dan dukungan untuk mengatasi virus Covid-19.

Dilansir dari trtworld.com (9/4/2020), laporan dari Inggris bahwa empat dokter muslim meninggal dunia karena virus Corona adalah indikasi tentang pengorbanan yang dilakukan komunitas muslim di seluruh dunia dalam upaya mengatasi pandemi.

Kematian para dokter muslim juga merupakan teguran tragis terhadap beberapa retorika anti-imigran yang menjadi pandangan mainstrem masyarakat Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Baru-baru ini seorang perawat muslim di Inggris meninggal karena virus corona, di antara banyak tenaga kesehatan lainnya yang mempertaruhkan hidup mereka setiap hari.

Di luar profesi medis, para ilmuwan muslim, bisnisman, dan olahragawan dengan cara mereka sendiri berusaha membantu mengendalikan dan menanggulangi penyebaran virus Corona.

Pemain depan Liverpool Sadio Mane telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa ketika negara asalnya, Senegal, berupaya mengatasi wabah Covid-19.

Pria 27 tahun itu menyumbangkan lebih dari 50.000 USD kepada Departeman Kesehatan Senegal dalam upaya menopang pertahanan negaranya. Di Senegal, terdapat lebih dari 250 kasus positif Covid-19 dan setidaknya dua kematian sudah terkonfirmasi.

Bagi Mane, ini bukan pertama kalinya dia berkontribusi untuk negara asalnya. Pada 2019 lalu, ia membantu membangun masjid, rumah sakit, dan sekolah senilai lebih dari 300.000 USD di kota asalnya, Bambali.

Muslim lain seperti CEO Medtronic, Omar Ishrak, seorang pengusaha Bangladesh-Amerika, berada di garis depan bekerja dengan bisnis Taiwan Foxconn untuk menghasilkan ventilator pernapasan.

Memanfaatkan teknologi open-source, dua perusahaan memulai memproduksi teknologi yang menyelamatkan jiwa manusia ketika Covid-19 menyebar.

Dalam bidang sains, dua ahli mikrobiologi klinis dari Universitas Johns Hopkins, dr. dan dr. Heba Mostafa telah mengembangkan tes skrining virus corona yang akan memungkinkan universitas melalukan uji kesehatan lebih dari 1.000 orang per hari.

dr. Mostafa lahir di Mesir dan mendapatkan pelatihan dalam bidang kedokteran di Universitas Alexandria sebelum meninggalkan negara itu pada tahun 2004 untuk mengejar karir medisnya di luar negeri. Dia pakar dalam bidang influenza dan penyebaran penyakit menular.

Ini juga kesempatan bagi negara-negara muslim untuk mengakui bahwa dalam iklim akademik yang menghormati dan mengembangkan kompetensi, mereka menyaksikan beberapa kader bangsa berbakat pergi meninggalkan negara asal mereka.

Mesir saat ini memiliki lebih dari 1.500 kasus positif Covid-19 dan 103 kematian, namun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.

Sebaliknya, para pemimpin muslim di Myanmar berani mendekati wabah ini sebagai kesempatan untuk menjangkau negara yang sebagian besar beragama Budha itu.

Selama beberapa tahun terakhir, Myanmar telah menarik perhatian dunia karena penderitaan umat nuslim Rohingya oleh para ekstremis Buddha dengan dukungan diam-diam dari pemerintah.

Tin Maung Than, sekretaris Dewan Urusan Agama Islam Myanmar telah secara terbuka mengatakan komunitas muslim siap untuk menjadi bagian dari solusi negara.

 “Ada lebih dari 1.000 masjid di Myanmar serta beberapa sekolah agama muslim. Ada juga hotel, apartemen, dan bangunan yang dimiliki oleh pengusaha muslim. Tempat-tempat ini dapat digunakan sementara dalam memerangi virus," kata Than kepada Anadolu Agency.

Gerakan-gerakan solidaritas seperti di atas, yang ditunjukkan oleh para pemimpin muslim, akademisi dan pemain olahraga, memiliki peran penting untuk menyatukan orang-orang dari semua latar belakang dalam rangka melawan masalah bersama.

Redaksi
Redaksi / 450 Artikel

Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial. 

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: