Artikel
Syekh Ali Jum’ah Jelaskan Dua Jenis Hijrah yang Dilakukan Nabi
Apa yang tertanam dalam benakmu bila mendengar kata hijrah? Setidaknya, yang akan terbayang adalah peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah atau perubahan diri seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Maulana Syekh Ali Jum’ah mengatakan bahwa tatkala Rasulullah saw berhijrah, maka sesungguhnya beliau telah melakukan dua jenis hijrah. Yang pertama hijrah dengan ikrar dan perintah dan kedua adalah hijrah dengan jiwa dan raga.
Para ulama menamakan kedua hijrah Nabi di atas dengan istilah Hijrah Iman dan Hijrah Aman.
Mantan Mufti Agung Mesir itu menjelaskan bahwa Hijrah Aman digunakan untuk menyebut peristiwa hijrah ke Habsyah. Dalam artian, seseorang hijrah dan berpindah dari satu negeri ke negeri lain atau satu wilayah ke wilayah lain demi keselamatan dan untuk mencari suaka keamanan. Motif hijrahnya adalah menyelamatkan nyawa, melinduungi kehormatan dan harta benda serta menghindar dari kezaliman dan keteraniayaan.
Hjirah Aman ini tetap ada dan berlaku hingga hari kiamat. Ketika seseorang berdiam di suatu daerah dan dia mengalami kesulitan dalam urusan rezeki di sana ditambah dirinya, kehormatan dan harta bendanya menjadi sasaran serangan orang banyak, maka diperbolehkan baginya untuk berhijrah atau berpindah dari sana. Bumi Allah swt. sangat luas.
Anggota Dewan Ulama Senior al-Azhar itu mengambil dalil dari firman Allah swt.:
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَماً كَثِيراً وَسَعَةً
“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. an-Nisa` [4]: 100)
Beliau menjelaskan bahwa bumi Allah swt. luas adanya sehingga dia diperbolehkan meninggalkan tempat dia tidak dapat mengais rezeki dan berpindah pergi ke tempat lain yang dia rasa akan menemukan keamanan dan ketentraman.
“Inilah yang dimaksud dengan Hijrah Aman. Jenis hijrah ini tetap ada hingga hari kiamat,” ujar Syekh Ali Jum’ah.
Hijrah Aman ini menyiratkan peralihan situasi dan kondisi. Ketika situasi yang menimpa dirimu berubah menjadi buruk dan tidak nyaman, maka kamu boleh berhijrah, berpindah dan pergi menjauh. Meskipun dalam keterasingan itu, jiwamu akan dilanda perasaan yang menyiksa dan tanpa disadari akan terlintas kenangan-kenangan tentang kampung halaman yang kamu cintai.
Suasana hati seperti ini disinggung oleh Rasulullah saw saat di tengah perjalanan menuju Madinah, beliau menoleh ke arah Makkah sembari berkata:
ألا إنك أحب بلاد الله إلى ولولا أن قومك أخرجوني ما خرجت
“Ingatlah olehmu bahwa sungguh engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang paling aku cintai. Kalau bukan karena pendudukmu mengusirku, niscaya aku tidak akan pergi meninggalkanmu.”
“Namun beliau tetap berangkat hijrah semata-mata karena cinta kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya,” tandas ulama kesohor pakar ushul fikih itu.
Jenis hijrah yang kedua adalah Hijrah Iman. Syekh Ali Jum’ah menerangkan bahwa ia adalah hijrah yang sifatnya perintah ilahi dan sudah digariskan untuk dilakukan, di mana seseorang mau tidak mau harus melakukannya dan pergi bergabung ke dalam komunitas kaum mukminin. Hijrah seperti ini telah selesai dan berakhir.
Beliau menceritakan bahwa ada seorang lelaki usai penaklukan kota Makkah datang kepada Rasulullah saw. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin pergi hijrah.”
Lalu Nabi menjawab, “Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah. Namun yang masih ada ialah jihad dan niat.”
Syekh Ali Jum’ah menunjukkan bahwa Hijrah Iman alias hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah telah tuntas dan berakhir. Akan tetapi Nabi memberikan pengganti dari Hijrah Iman yang telah paripurna berkat kasih sayang beliau untuk kita. Sebuah pengganti dengan pintu yang terbuka lebar hingga hari kiamat.
“Yaitu niat dan jihad di jalan Allah.” pungkas Syekh Ali Jum’ah dalam paparannya tentang makna hijrah Rasulullah saw. seperti dilansir dalam laman resmi facebooknya.
Guru ngaji, menerjemah kitab-kitab Arab Islam, penikmat musik klasik dan lantunan sholawat, tinggal di Majalengka. Penulis dapat dihubungi di IG: @amajid13.