Artikel

Tradisi Nyadran; Momen Mengambil Pelajaran dari “Empat Istri” Kita

31 Mar 2021 01:39 WIB
2097
.
Tradisi Nyadran; Momen Mengambil Pelajaran dari “Empat Istri” Kita

Pelaksanaan Nyadran tahun 2021 ini mungkin tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, agak sepi peminat. Realitanya pandemi Covid-19 benar-benar ‘menggerogoti’ sendi-sendi tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat pada masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah Nyadran, tradisi menziarahi kubur leluhur yang dilaksanakan menjelang Ramadhan.

Saya tidak mau ambil pusing mikirin bisa Nyadran ataukah tidak, saya santai saja sambil membaca buku-buku ringan. Terutama buku yang mengandung hikmah kehidupan. Salah satunya buku yang berjudul Hikmah dari Seberang yang berisi tentang kisah-kisah sarat dengan hikmah.

Di antara kisah-kisah tersebut, ada satu kisah menarik yang dapat kita ambil pelajarannya berkenaan dengan momen Nyadran di Indonesia. Kisah tersebut tentang seorang pedagang kaya raya yang memiliki ‘empat istri’.

Istri ke-4 adalah istri yang paling dicintai si pedagang. Ia memberinya berbagai perhiasan yang mahal dan mempelakukannya dengan lemah lembut. Ia merawatnya dan tidak memberinya sesuatu kecuali yang terbaik.

Si pedagang juga sangat mencintai istri ke-3. Ia merasa bangga padanya dan selalu memamerkannya pada teman-temannya. Meskipun demikian, ia selalu khawatir kalau sewaktu-waktu sang istri lari dengan pria lain.

Ia juga mencintai istri ke-2 karena penuh perhatian, berwatak sabar dan merupakan istri kepercayaannya. Kapan pun ia menghadapi masalah, istrinya ini selalu menolongnya. Begitu pula dalam menghadapi masa-masa sulit.

Adapun istri pertamanya, ia sangat setia. Di samping itu, ia berjasa dalam mengurus kekayaan, bisnis dan rumah tangganya. Meskipun demikian, si pedagang tidak mencintai istri pertamanya ini. Walaupun sang istri sangat mencintainya, si pedagang hampir tidak pernah memperhatikannya.

Suatu hari, si pedagang jatuh sakit dan menyadari bahwa ajalnya sudah dekat. Ia mengenang kehidupannya yang mewah selama ini. Lalu berkata pada dirinya sendiri, “Aku mempunyai 4 istri, tapi sewaktu mati nanti, aku akan sendiri. Alangkah kesepiannya aku nanti! ”

Ia lantas memanggil ke-4 istrinya. Ia mulai bertanya pada istrinya yang ke-4, “Istriku, engkau yang paling kucintai. Aku telah memberimu berbagai pakaian yang baik dan mencurahkan banyak perhatian kepadamu. Sekarang ajalku telah dekat, maukah kau nanti mengikutiku dan menemaniku di kubur? ”

“Sama sekali tidak!” jawab istri ke-4 sembari berjalan meninggalkannya. Jawaban itu sangat menyakitkan, seakan pisau tajam yang menghujam tepat di jantungnya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istrinya yang ke-3, “Selama hidupku, aku sangat mencintaimu. Sekarang ajalku telah dekat, maukah kau nanti mengikutiku dan menemaniku dalam kubur?”

“Tidak!” kehidupan di sini sangat indah. Aku akan kawin lagi bila engkau telah tiada. Sang pedagang merasa sedihnya semakin bertambah.

Ia kemudian bertanya pada istrinya yang ke-2, “Aku selalu memohon pertolonganmu dan kau selalu membantuku. Sekarang aku butuh pertolonganmu lagi. Bila aku mati nanti, maukah kau mengikutiku dan menemaniku di kubur?”

“Maafkan aku, aku tidak dapat menolongmu kali ini,” Jawabnya. “Paling-paling aku hanya bisa mengantarmu sampai ke kubur.” Jawaban itu datang bagaikan halilintar di siang hari. Si pedagang seakan binasa saat itu juga.

Namun tiba-tiba terdengar suara, “Aku akan berangkat bersamamu. Aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi.”

Si pedagang mendongakkan kepalanya dan melihat ke istri pertamanya. Tubuhnya kurus kering, seakan kekurangan gizi. Dengan penuh penyesalan, ia berkata, “Seharusnya aku dahulu lebih memperhatikanmu.”

Ketahuilah, sebenarnya kita semua mempunyai empat istri di dalam kehidupan ini.

Istri ke-4 adalah tubuh kita. Berapapun banyak waktu dan usaha untuk membuatnya cantik, ia tetap akan meninggalkan kita bila kita telah mati.

Istri ke-3 adalah kekayaan, jabatan dan status sosial kita. Bila kita mati, semuanya akan menjadi milik orang lain.

Istri ke-2 adalah keluarga dan teman. Seberapapun dekatnya mereka dengan kita, mereka juga tidak akan mau menemani kita dalam kubur. Paling jauh mereka hanya bisa mengantarkan kita ke tempat peristirahatan terakhir.

Sedangkan istri pertama kita adalah amal kita. Sering kali kita tidak peduli sewaktu kita mencari kekayaan dan mempertuhankan hawa nafsu. Padahal nantinya ia yang akan mengikuti kemanapun kita pergi. Bahkan sampai kita mati.

Kisah ini memiliki benang merah dengan tradisi Nyadran. Keduanya mengingatkan kita akan datangnya kematian. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mulk ayat 2: “Allahlah yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya.

Juga sabda Nabi: “Sungguh aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Namun sekarang, berziarahlah! Sebab berziarah kubur mengingatkan kita pada kematian dan kehidupan akhirat.

Dari momen Nyadran kali ini, setidaknya kita belajar bahwa ‘empat istri’ kita tidak benar-benar mencintai kita. Hanya ‘istri pertama’ saja yang cintanya tulus dan siap berkorban hingga menemani kita di alam kubur. Karena sejatinya memang ‘istri pertama’ saja yang memberikan kebahagiaan kita sampai nanti di akhirat. Wallâhu A’lam Bisshawâb.


Andi Luqmanul Qosim
Andi Luqmanul Qosim / 29 Artikel

Mengenyam pendidikan agama di Ta'mirul Islam Surakarta dan Universitas Al-Azhar Mesir. Sekarang aktif sebagai pengajar di Fakultas Syariah IAIN Salatiga dan Guru Agama di SMAN 1 Parakan Temanggung.

yogi
31 March 2021
mantap pak andi :)
faridakecil
31 March 2021
Kece Pak Andi..;D
dondons
19 April 2022
Amoxicillin And Dosage Pjpync [url=https://bestadalafil.com/]Cialis[/url] Mkygkg Tkjsof Angioedema is characterized by localized edema of deep subcutaneous tissue resulting in nonpitting puffy skin with firm swelling that is more tender and burning than pruritic because there are fewer mast cellssensory nerve endings in deeper tissues see Figure <a href="https://bestadalafil.com/">Cialis</a> Cnsgfn https://bestadalafil.com/ - cheap cialis online Buy Orlistat

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: