Berita

7 Mitos Agama Terkait Corona, Darul Ifta': Menyesatkan

07 Apr 2020 07:57 WIB
1956
.
7 Mitos Agama Terkait Corona, Darul Ifta': Menyesatkan

Global Fatwa Indexs, yang berada di bawah naungan Darul Ifta' Mesir dan Al-Amanah al-'Ammah li Daur wa Hai`at al-Ifta` fi al-'Alam (General Secretariat for Fatwa Authorities Worldwide) menemukan bahwa sejumlah besar konten keagamaan yang viral di media sosial tentang virus Corona adalah mitos dan rumor yang mencatut nama agama. Pihaknya meminta masyarakat agar jangan mengambil dan mempercayainya.

Dalam analisa GFI, 40% dari mitos-mitos itu dikarenakan dangkalnya pemahaman agama dan penafsiran yang keliru terhadap ayat-ayat al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Kemudian 35% disebarkan dalam rangka menyebarkan kekacauan dan kepanikan, dan 25% lainnya muncul sebagai akibat dari penggunaan media sosial yang salah di mana masyarakat membagikan informasi tanpa memverifikasi kebenaran dan sumbernya.

Dilansir dari elwatannews.com, Selasa (7/4/2020), berikut ini 7 mitos viral di media sosial yang ditemukan oleh GFI minggu ini, diikuti respon dari Darul Ifta' Mesir:

Rambut pada Surat Al-Baqarah Bisa Sembuhkan Corona

Beberapa akun FB menyebarkan informasi bahwa siapa saja menemukan rambut di dekat ayat tertentu dari surat Al-Baqarah, harus meletakkannya di air kemudian meminum air itu untuk mencegah dan mengobati virus Corona.

Darul Ifta' menjawab bahwa ini adalah takhayul dan meminta semua orang agar mengikuti arahan medis dan jangan meyakini mitos tersebut.

Corona disebut dalam Surat Al-Muddatstsir

Sebagian orang mengatakan bahwa kata Nâqûr yang disebutkan dalam Surat Al-Muddatstsir ayat 8, fa idzâ nuqira fi an-nâqûr, adalah nama lain dari virus Corona. Ia muncul menyertai gempa bumi, gunung berapi dan peristiwa alam lainnya. Bahkan sebagian yang lain menyatakan bahwa Corona disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an.

Darul Ifta' menjelaskan bahwa ini merupakan tindakan mendustakan Al-Qur'an dan upaya  menyimpangkan makna ayat-ayat suci Allah SWT. Padahal Allah memerintahkan kita untuk berikhtiar logis sembari bertawakal dan berdoa. Penanganan virus Corona adalah dengan mengikuti instruksi dibarengi berdoa kepada Allah SWT agar mengangkat wabah ini. Bukan dengan menyebarkan mitos dan mencoba membuktikan sesuatu yang tidak berdasar.

Sementara itu, Dr. Abbas Shoman, Mantan Wakil Al-Azhar, menjelaskan bahwa tindakan di atas adalah fitnah terhadap Allah dan Al-Qur'an.

Kitab Akhbâr az-Zamân memprediksi Kemunculan Corona

Beberapa orang mengklaim bahwa virus Corona sudah dipredisikan di salah satu kitab turats. Tersebar luas sebuah foto yang memuat ramalan, "Ketika terjadi dua angka kembar (20 dan 20), maka engkau akan mengetahi bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2020." Ramalan itu dinisbatkan kepada Ibrahim bin Saluqeh dalam kitab Akhbâr az-Zamân.

Darul Ifta' menjawab bahwa ini adalah mitos yang tidak berdasar dan tidak ada orang dengan nama ini dalam sejarah Islam. Di samping itu, bangsa Arab dulu belum menggunakan penanggalan masehi. Lagi pula, dalam kitab Akhbâr az-Zamân karangan Abu al-Hassan Ali Bin al-Husain Bin Ali al-Mas'udi, tidak ada nubuat atau prediksi tentang akhir dunia dan juga Corona. Darul Ifta' mewanti-wanti masyarakat agar jangan mempercayai mitos-mitos seperti itu.

Turbah Husain adalah obat terbaik untuk virus Corona

Beredar luas pernyataan dari seorang anggota Majelis Kepemimpinan Para Ahli Iran, Hashim Batha'i, "Saya merasakan gejala virus Corona dan mengambil sedikit Turbah Husain. Tidak lama kemudian, gejala sakitku hilang dan saya sembuh. Inilah yang dinamakan iman. Para dokter tidak memahaminya."

Muncul kabar beberapa hari kemudian, bahwa dia meninggal karena positif terinveksi Corona.

Niqab lebih baik daripada Masker

Bermaksud memancing di air keruh, sebagaian Salafi mengklaim bahwa niqab lebih baik daripada masker dalam mencegah penularan Corona. Salah satu yang mengatakan demikian adalah Hatim Al-Huwaini.

Perkataan ini ditolak oleh sejumlah dokter. Mereka menegaskan bahwa niqab tidak bisa mengambil alih fungsi masker, karena bahan kainnya tidak mampu mencegah perjalanan virus masuk ke hidung. Dibutuhkan kain jenis tertentu dalam pembuatan masker untuk mencegah masuknya virus ke saluran pernafasan.

Ruqyah dan Obat-obatan Herbal Sembuhkan Corona

Di antara mitos yang viral terkait obat Corona adalah sebagiamana dikatakan oleh seorang syekh Salafi Mauritania, Yahdeh Walad Dahe bahwa ia menemukan obat untuk virus Corona melalui ruqyah dan beberapa ramuan hermal, dan harus ditebus dengan harga bervariasi sesuai dengan kondisi sakit pasien dan kemampuan ekonominya.

Menghancurkan Kuburan Dan Mengubah Bank Konvensional Menjadi Syariah Bisa Menangkal Wabah

Salah seorang tokoh Salafi, Abu Abdullah Saddam Hani menulis dalam akun twitternya bahwa cara efektif menghilangkan virus Corona adalah dengan menghancukan kuburan dan mengkonversi bank konvensional menjadi bank syariah dalam rangka menghilangkan kemurkaan Tuhan dan menghilangkan wabah.

Redaksi
Redaksi / 450 Artikel

Sanad Media adalah sebuah media Islam yang berusaha menghubungkan antara literasi masa lalu, masa kini dan masa depan. Mengampanyekan gerakan pencerahan melalui slogan "membaca sebelum bicara". Kami hadir di website, youtube dan platform media sosial. 

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: