Buku

Betulkah Ayah dan Ibu Nabi Kafir dan Berada di Neraka?

30 Jul 2021 06:41 WIB
3177
.
Betulkah Ayah dan Ibu Nabi Kafir dan Berada di Neraka?

Bagaimana keadaan ayah Nabi Sayyid Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibu Nabi Sayyidah Aminah binti Wahab? Dua sosok yang dalam perjalanan hidup baginda Nabi Muhammad Saw, tidak banyak berinteraksi dengan beliau. Bahkan nabi sudah yatim sejak masih dalam kandungan. Lalu ditinggal ibunya pada saat masih kecil, di usia yang sangat membutuhkan kasih dan sayang dari seorang ibu.

Apakah dua sosok yang mulia ini masuk ke golongan al-mubasysyarin bil jannah (orang-orang yang diberikan kabar gembira masuk surge)? Jika iya, bagaimana menjawab dalil-dalil atau klaim sepihak dari kelompok yang mengatakan bahwa ayah dan ibu berada di neraka? Jika tidak, bagaimana bisa sosok yang melahirkan orang termulia, kekasih tuhan alam semesta, suri tauladan makhluk di dunia, berada di neraka?

Jawabannya ada di kitab Abu An-Nabi wa Ummuhu Najiyani Marhumani. Kitab yang ditulis oleh Syeikh Dr. Adnan Abdullah Zuhar Al-Maghribi.

Di dalam kitab ini, penulis menghadirkan dalil-dalil yang membuktikan bahwa kedua orang tua Nabi bukan hanya selamat dari api neraka, tapi juga bahkan termasuk orang-orang yang terkasihi dan dikasihi oleh Allah Swt.

Kitab Abu An-Nabi wa Ummuhu Najiyani Marhumani terdiri dari 5 bagian. Yaitu mukadimah, lalu bab-bab yang memuat dalil-dalil yang menyatakan bahwa sosok kedua orang tua Nabi Saw. selamat dunia dan akhirat, lalu disusul dengan bab yang berisi jawaban untuk mereka yang menentang keselamatan ayah dan ibu Nabi, dilanjut dengan bab tentang hukum-hukum orang yang menghina baginda Rasul dan kedua orang tuanya, kemudian penutup.

Di dalam mukadimah, penulis menjelaskan tujuan penulisan kitab ini, yaitu memberikan gambaran bahwa kedua orang tua Nabi adalah hamba yang selamat bahkan disayangi oleh Allah swt. juga membantah klaim sepihak kelompok dan dalil yang mengatakan bahwa ayah dan ibu Nabi akan berada di neraka.

Di bagian kedua, penulis menuangkan 9 bayan (penjelasan) disertai dalil-dalil kuat yang menyatakan bahwa kedua orang tua Nabi adalah orang yang selamat dari kobaran api neraka. Bahkan bukan hanya selamat, tapi juga marhumâni, dikasihsayangi. Salah satu bayan yang paling berkesan bagi diri saya adalah bayan yang kedua. Di sana beliau menjelaskan ayat ini:

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّیَانِی صَغِیرًا

 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (QS. al-Isra`: 24)

Dengan penjelasan berikut:

1. Menukil dari Imam Al-Barzanji, doa yang berada di dalam ayat ini, khitabnya bukan hanya untuk umat Nabi, tapi juga untuk Nabi sendiri. Artinya, Rasulullah saw. diperintahkan juga mendoakan kedua orang tuanya.

2. Ada 3 keadaan Nabi saat membaca ayat Al-Qur'an. Jika membaca ayat tentang kenikmatan, maka beliau akan memintanya. Jika membaca ayat tentang azab, maka beliau akan memohon perlindungan-Nya. Dan jika ia membaca ayat yang berisi tentang doa, maka beliau akan berdoa. Dan doa Nabi adalah doa paling mustajab yang pasti dikabulkan oleh Allah.

3. Poin terpenting! Ayat ini berisi tentang permintaan agar kedua orang tuanya dikasihi oleh Allah "irhamhuma" dan bukan meminta diampuni. Di ayat ini tidak ada kalimat: ampuni keduanya "ighfirlahuma", sebab permintaan ampunan itu didasari jika ada dosa, jika mukallaf bisyariah (sudah terkena beban taklif), dan jika hidup ba'da bi'stah (pasca diutusnya kenabian).

Setelah itu, penulis menghadirkan sanggahan dan penolakan bagi mereka yang menyatakan bahwa kedua orang tua Nabi berada di neraka. Dan sebelum penutup, beliau menjelaskan tentang betapa tidak eloknya, tidak baiknya, dan tentang apa hukuman bagi mereka yang menyakiti Nabi dengan mengatakan bahwa kedua orang tua beliau adalah orang kafir dan berada di neraka. Selanjutnya, beliau tutup dengan khatimah.

Meski kitab ini tipis, saya sangat menyukainya. Selain menghadirkan bacaan baru, kitab ini disampaikan dengan bahasa yang lugas, jelas, serta sistematis. Bisa jadi teman saat perjalanan. Selain itu juga memberikan bumbu yang menumbuhkan kecintaan yang lebih lagi kepada baginda Rasulullah Saw dengan mencintai kedua orang tuanya.

Kita, manusia biasa saja ingin orang tua kita dihormati dan dikasihsayangi. Bagaimana dengan kedua orang tua dari sebaik-baik makhluk Sayyidil makhluqat, sudah pasti dan wajib kita hormati dengan meyakini beliau termasuk orang yang dikasihi oleh Allah Swt.

Sejak membaca kitab ini, saya selalu bertawasul khusus kepada Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah sebagai rasa syukur dan terimakasih kepada Allah yang telah menjadikan mereka berdua sosok yang melahirkan insan terbaik, termulia, terindah yang pernah aku kenal di dunia ini, yaitu Baginda Rasulullah SAW. Sungguh tidak elok bahkan biadab sekali mereka yang mengatakan Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah berada di neraka.

Wallahu ta'ala a'lam bishawab.

Bijahi sayyidi rasulillah wa abihi Abdillah wa umihi  Aminah, Al-Fatihah.

***

Nama Kitab : Abu An-Nabi wa Ummuhu Najiyani Marhumani

Penulis        : Syeikh Adnan Abdullah Zuhar

Penerbit      : Daarur Rasyad Al-Hadistiyah

Tebal           : 80 halaman


Khoirul Ibad
Khoirul Ibad / 4 Artikel

Alumni Pesantren Modern Daarul Uluum Lido 2017 dan Institute Imam Malik, Tetouan-Maroko 2021, belajar sambil mengajar di Pesantren Tahfizh Dulido. 

Nurus Solichah
30 July 2021
Dimana saya bisa dapatkan bukunya njih?
Moh judri
07 July 2023
Alhamdulillah

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: