Kisah
Doa Membinasakan dan Doa Menghidupkan
Diriwayatkan bahwa Ma’ruf al-Karkhi pada suatu hari bersama sekelompok murid-muridnya melewati pinggiran sungai Tigris.
Di sana, sekelompok pemuda sedang berada di atas perahu tengah meminum khamr, menabuh rebab (alat musik), dan terang-terangan berbuat dosa.
Murid-murid Ma’ruf berkata kepadanya, “Wahai guru, berdoalah kepada Allah agar mereka binasa dan tenggelam di sungai Tigris, agar kesialan mereka tidak menular makhluk lainnya dan kefasikan mereka berhenti memengaruhi orang lain.”
Ma’ruf berkata, “Angkatlah tangan-tangan kalian!”
Setelah murid-muridnya mengangkat tangan mereka, Ma’ruf berkata, “Tuhanku, sebagaimana Kau senangkah hidup mereka di dunia, maka senangkanlah hidup mereka di akhirat nanti.”
Murid-murid Ma’ruf terkejut akan doa itu. Mereka berkata, “Wahai guru, kami tidak memahami rahasia doa ini.”
Ma’ruf berkata, “Tunggulah sampai kalian memahami rahasia di balik doa itu!”
Ketika sekelompok anak muda itu melihat syekh Ma’ruf, mereka tiba-tiba memecahkan rebabnya, membuang khamarnya, lantas menangis meraung-raung dan bergegas mendatangi Ma’ruf. Mereka menyatakan telah bertobat.
Syekh Ma’ruf berkata, “Lihatlah peristiwa yang mengagumkan ini! Tujuan telah tercapai tanpa ada yang ditenggelamkan.”
Diceritakan oleh sufi besar asal Persia, Fariduddin Athar dalam Tadzkirah al-Auliya.
Gambar: Makam sufi besar asal Bagdad, Ma’ruf bin Fairuz al-Karkhi (w. 816 M). Ma’ruf merupakan murid dari imam besar Ali bin Musa ar-Ridha, juga guru dari sufi besar Bagdad, Sirri as-Saqathi.
Dalam al-Mukhtar fi Manaqib al-Akhyar, Majduddin Ibnu al-Atsir menukil kisah bahwa suatu hari Ma’ruf lewat di depan orang yang bertugas memberikan minum untuk umum.
Orang itu berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang minum.” Ma’ruf lantas minum darinya padahal ia sedang berpuasa. Ma’ruf berkata, “Siapa tahu Allah mengabulkan doanya.”
Alumni Mahasiswa Al-Azhar Mesir. Melanjutkan S2 di Universitas Indonesia konsentrasi Kajian Timur Tengah. Sekarang menjadi dosen sejarah peradaban Islam IAIN Syekh Gunung Djati Cirebon