Artikel

Perayaan maulid Nabi Muhammad di tanah Makkah

09 Oct 2022 11:33 WIB
3155
.
Perayaan maulid Nabi Muhammad di tanah Makkah Umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Mungkin tidak ada yang mengira, bahwa resepsi maulid Nabi pernah dilangsungkan di daerah Makkah.

Pendaku salafi, atau yang lebih familiar dengan nomenklatur Wahabi, sebagain dari mereka dengan mudahnya membid'ahkan dan memvonis salah hanya karena Maulid Nabi tidak pernah diselenggarakan di Makkah.

Mereka beranggapan bahwa Maulid Nabi ini adalah bid'ah, dan tidak ada dalilnya. Bahkan dalam dunia internasional, hanya lembaga fatwa Arab Saudi (Lajnah Daimah) yang membid'ahkan perayaan maulid Nabi Muhammad saw.

Lembaga fatwa lainnya, semisal Darul Ifta' al-Misriyyah, Dar al-Ifta' Al-Urduniyyah, dan lain-lainnya berpendapat sebaliknya. Terlebih elit agama yang mereka jadikan panutan, Ibnu Taimiyah pun juga menganggap ini baik. Beliau mengatakan;

فَتَعْظِيْمُ الْمَوْلِدِ وَاتِّخَاذُهُ مَوْسِمًا قَدْ يَفْعَلُهُ بَعْضُ النَّاسِ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ عَظِيْمٌ لِحُسْنِ قَصْدِهِ وَتَعْظِيْمِهِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ

“Mengagungkan maulid Nabi dan menjadikannya sebagai hari raya telah dilakukan oleh sebagian manusia dan mereka mendapat pahala besar atas tradisi tersebut, karena niat baiknya". (Iqtidha' al-shirat al-mustaqim, PDF Juz 2 H. 126)

Padahal jika kita cermati, ternyata Rasulullah saw sendiri yang memperingati hari lahir beliau. Di mana ketika beliau ditanya mengapa berpuasa di hari Senin, beliau menjawab bahwa pada hari tersebut aku dilahirkan. Tentunya bisa dipahami dari sini, bahwa merayakan maulid Nabi dilegitimasi syariat.

Adapun secara seremonial seperti yang ada di Indonesia, ini juga adalah rangkaian acara yang ada di zaman dahulu. Al-Maqrizi menceritakan;

كـان لهـذه المناسبة مراسيمها وكـان يحضرها الأمـراء والعلماء والقضاة وغيرهم وكـان السلطان يجلس وعـن يمينـه شـيخ الاسلام سراج الدين البلقيني ويحضر قضاة الحنفية والمالكية والشافعية والحنابلة ويبدا القراء بقراءة القرآن الكريم ثم يقـوم المنشـدون واحـدا بعد واحد وتقرأ قصة مولده صلى الله عليه وسلم ثم توضع الاطعمة والحلوى ثم يقوم الوعاظ فيذكرون وينصحون.

"Dulu peringatan ini (Maulid) memiliki titah tersendiri. Momen tersebut dihadiri oleh para pembesar kerajaan, para ulama, para hakim dan lain-lain. Sultan duduk dan di sebelah kanan beliau ada Syaikhul Islam Sirajuddin Al Bulqini. Turut hadir pula para hakim (qadi) Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah dan Hanabilah. Para qari memulai dengan tilawatul Quran. Disusul para munsyid (pelantun nasyid) berdiri satu persatu dan membaca kisah Maulid Nabi SAW. Kemudian dihidangkanlah makanan dan snack manis. Setelah itu, para penceramah berdiri menyampaikan ceramah dan nasehat." (Al Mawa'izh wal I'tibar, PDF Juz 3 H. 399)

Demikianlah gambaran suasana peringatan Maulid di zaman dahulu, Lalu benarkah di Mekkah tidak pernah diselenggarakan maulidan? Syekh Mulla Ali Al-qari mereportasekan;

قال شيخ مشايخنا الإمام العلامة الخبر البحر الفهامة شمس الدين محمد السخاوي، بلغـه الله المقـام الـعـالـي: وكنتُ ممن تشـرف بـإدراك المولد في مكة المشرفة عـدة سـنين، وتعرف ما اشتمل عليه من البركة المشار لبعضهـا بالتعيين، وتكررت زيارتي فيه لمحل المولد المستفيض، وتصورت فكرتي مـا هنالك من الفخر الطويل العريض.

Guruku al-Hafidz al-Sakhawi mengisahkan: Aku di antara orang yang mendapat kehormatan menghadiri perayaan maulid di Makkah al-Musyarrafah selama beberapa tahun dan mengetahui keberkahan yang meliputi pada sebagiannya dengan jelas. Dan Aku berulang-ulang mengunjungi tempat maulid itu dan pikiran kebanggaan dari lubuk hatiku yang terdalam senantiasa membayangkan apa yang terdapat di sana. (Majmu' Rasailnya, PDF H. 384)

Jadi sebelum Wahabi menguasai Hijaz (Saudi), peringatan Maulid Nabi biasa diselenggarakan di Tanah Suci, termasuk di Makkah dan Madinah. Mari bergembira dengan hari kelahiran Nabi, agar kita semua mendapatkan syafaatnya nanti.

Sebagai penutup, Syaikhu Masyayikhina Al-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki mengatakan kepada yang sering mempertanyakan resepsi maulid Nabi, beliau mengatakan:

“Tidak layak bagi seorang yang berakal, bertanya: ‘Mengapa kalian memperingati maulid?’ karena hal tersebut seolah-olah dia bertanya: ‘Mengapa kalian bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad ?’ Maka apakah pantas pertanyaan semacam itu berasal dari seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah? Pertanyaan tersebut tidak memerlukan jawaban dan orang yang ditanya cukup menjawab: ‘Saya memperingati (maulid) karena saya bahagia dan senang kepada Nabi Muhammad. Saya senang dan bahagia kepada Nabi karena saya cinta kepadanya. Saya cinta kepadanya karena saya beriman.’” (Al-i'lam bi fatawa aimmat al-islam haul maulidihi alaih al-shalat wa al-salam, PDF H. 9)

Mari pada bulan ini kita memperbanyak amal baik, terkhusus puasa dan bershalawat kepada Rasulullah saw. Semoga dengan momentum maulid nabi, kita bisa meneladani ahwal beliau dalam segala lini. Amin ya rabb.

Ahmad Hidhir Adib
Ahmad Hidhir Adib / 63 Artikel

Asal dari Pasuruan. Sekarang menempuh studi program Double degree di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada program studi PAI dan Fikih Muqaran dan tinggal Wisma Ma’had Aly UIN Malang. 

Ida Sri Wahyuni SH .MH
10 October 2022
Double degree di negeri mana kak dan sekarang sdh semester berapa
Lussi
04 October 2023
bukan kah Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan hari raya itu hanya 2 yakni Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. lalu mengapa umatmya melakukan apa yang tidak di perintahkan. bukan kah yang mengatakan bid'ah itu Rasulullah sendiri dalam hadits Riwayat Muslim. serta memang jelas tidak ada dalilnya untuk umatnya merayakan Maulid. siapa yang melakukan amalan tanpa ajaran dari-Ku (Nabi Muhammad) maka amalannya tersebut tertolak, hadits riwayat Bukhori. dalam kitab-kitab lainnya pun tidak ada umatnya disuruh untuk merayakan.. Nabi sendiri pun berpuasa, bukan merayakan.. mohon maaf, dalam sejarah yang pertama merayakan Maulid Nabi itu dari golongan Fatimiyyun yg berasal dari orang-oranf Syiah.. dan mau bertanya juga,, Memangnya Wahabi itu menurut antum apa? mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan saya.. terima kasih
Edo
11 October 2023
Hai mba Lussi, saya bantu jawab ya pertanyaan nya. Tp janji dibaca baik2 dan diresapi ya :) Pertama Maulid Nabi bkn termasuk hari raya umat Islam seperti Idul fitri dan Idul Adha tetapi Maulid Nabi merupakan hari agung yang harus kita syukuri dan gembirakan sesuai firman Allah di Surat Yunus ayat 58 yang kurang lebih pesannya dgn Karunia terbesar Allah (nabi Muhammad SAW) hendaklah kita bergembira. Kemudian untuk soal Bid’ah. Memang benar Nabi dawuh seperti itu tapi pertanyaan nya Nabi dawuh hal itu saat masih hidup apa sudah meninggal? Masih hidup kan? Sementara saat beliau masih hidup sudah banyak contoh Bid’ah hasanah yang dilakukan sahabat tp Nabi merestui artinya Bidah yang dimaksud itu yg tidak ada dalil syariatnya atau bertentangan dgn ajaran agama yang sudah sempurna misal sholat subuh 2 rakaat, jgn dibuat 3 rakaat, puasa ramadhan sebulan penuh jgn dibuat 10 hari doang dll. Masalah Nabi berpuasa saat hari senin krn kelahirannya itu membuktikan Nabi sendiri mensyukuri hari lahirnya masa org yang2 maulid tidak boleh mensyukuri jg dgn cara bersholawat dan membaca sirah nabawiyah saat 12 rabiul awal? Klo pun Maulid jatoh pada hari senin, tentunya kt juga berpuasa mengikuti sunnah nya. Mengenai sejarah maulid. Kami kaum aswaja mempercayai perkataan salah satu imam besar yaitu imam suyuthi yg mengatakan maulid pertama kali dilakukan bkn oleh org syiah tetapi raja Mudhaffar dr Irak. Beliau kebetulan jg saudara ipar dgn Sultan Salahudin Ayubi yang dlm beberapa riwayat jg merupakan pencetus Maulid. Artinya ini lbh relevan ketimbang mempercayai maulid dr syiah karena yg ngomong maulid dr syiah ya org syiah itu sendiri yg klaim. Masa kita mau ambil perkataan org syiah ketimbang org sunni? :D Terakhir Wahabi itu pengikut dr Muhammad bin Abdul Wahhab. Dan bkn Abdul Wahhab bin Rustum karena beda zaman. Wahabi yg sering dielu2kan itu yg Muhammad bin Abdul Wahhab yang sejarahnya sudah sangat jelas kelamnya. Sekian jawaban dr pertanyaan mba lussi. Sekali lg tlg dibaca baik2 dan diresapi. Semoga menjawab, terima kasih. Jazakillah

Baca Juga

Pilihan Editor

Saksikan Video Menarik Berikut: