Kisah
Saat Kebiri Selamatkan Sahabat Ma’bur al-Qibti dari Pedang Umar
Diceritakan dalam kitab al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah karya Ibnu Hajar al-Asqalani, yang juga menukil dari Abdul Hakam dalam kitabnya Futūḥ Maṣr, bahwa suatu ketika Baginda Nabi saw. mendatangi bilik Sayyidah Mariyah al-Qibtiyah. Di sana beliau mendapati ada seorang laki-laki telah masuk di bilik Umm al-Walad beliau tersebut tanpa ijin.
Kejadian ini membuat Baginda Nabi saw. bermuka masam cenderung marah. Perubahan raut wajah beliau dibaca oleh Sayyiduna Umar saat mendapati Baginda Nabi saw. keluar dari bilik. Sayyiduna Umar memberanikan diri bertanya tentang apa gerangan yang membuat beliau terlihat marah. Sebab hal tersebut juga, darah Sayyiduna Umar mendidih marah naik pitam.
Maka berceritalah Baginda Nabi saw. tentang adanya seorang lelaki yang masuk ke bilik Sayyidah Mariyah tanpa ijin. Dan dia dipergoki oleh beliau sendiri, berdiam di situ hingga membuat beliau tidak nyaman dan langsung keluar. Tanpa berpanjang kata, Sayyiduna Umar menghunus pedang menuju bilik Sayyidah Mariyah ra.
Di sana Umar memergoki, bahwa memang ada lelaki yang masih menetap bersama sayyidah Mariyah. Di saat kemarahan Sayyiduna Umar memuncak dan siap menebaskan pedangnya, lelaki itu segera membuka bagian bawah pakaiannya menujukkan bahwa ia adalah lelaki yang dikebiri.
Lelaki itu adalah Ma'bur, budak laki-laki yang menyertai Sayyidah Mariyah dan adiknya, Sirin sebagai hadiah dari Raja Muqawqis Alexandria Mesir.
Pada saat yang bersamaan, Sayyiduna Ali yang berjumpa Baginda Nabi diminta oleh beliau untuk memotong leher Ma'bur yang dianggap lancang keluar masuk ke bilik Sayyidah Mariyah. Hal ini patut diduga ada hubungan terlarang yang telah dipergoki oleh Baginda Nabi.
Kejadian ini diceritakan oleh Imam Muslim dari riwayat sahabat Anas ra.:
أنَّ رَجُلًا كانَ يُتَّهَمُ بأُمِّ وَلَدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فَقالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ لِعَلِيٍّ: اذْهَبْ فَاضْرِبْ عُنُقَهُ فأتَاهُ عَلِيٌّ فَإِذَا هو في رَكِيٍّ يَتَبَرَّدُ فِيهَا، فَقالَ له عَلِيٌّ: اخْرُجْ، فَنَاوَلَهُ يَدَهُ فأخْرَجَهُ، فَإِذَا هو مَجْبُوبٌ ليسَ له ذَكَرٌ، فَكَفَّ عَلِيٌّ عنْه، ثُمَّ أَتَى النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ، فَقالَ: يا رَسُولَ اللهِ، إنَّه لَمَجْبُوبٌ ما له ذَكَرٌ
“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang diduga menjalin hubungan dengan Umm al-Walad Baginda Nabi saw. Maka Rasulullah saw berkata pada Ali, 'Pergilah kamu dan pukul lehernya!’
“Maka Ali mendatangi lelaki tersebut yang ditemukan sedang mendinginkan tubuhnya di kolam air. Ali berkata padanya, ‘Keluar kamu!’
“Ali menarik tangan lelaki itu dan mengeluarkannya (dari kolam). Ternyata ia seorang laki-laki yang terkebiri tidak punya dzakar. Maka Ali menahannya, lalu menggiringnya ke hadapan Nabi. Ali berkata, ‘Ya Rasul, sesungguhnya dia lelaki yang dikebiri, tidak punya dzakar.’”
Sebelum Sayyiduna Ali sampai ke Baginda Nabi, Sayyiduna Umar telah datang lebih dahulu dan melaporkan bahwa lelaki yang di bilik Sayyidah Mariyah hanyalah seorang kerabat lelakinya yang telah dikebiri.
Penjelasan Sayyiduna Umar ini dijawab oleh Baginda Nabi saw.:
إنّ جبرائيل أتاني فأخبرني أنَّ الله تعالى قد بَرَأها وقرِيبها، وأن في بطنها غلامًا مني، وأنه أشبه الناس بي، وأنه أمرني أنَّ أسمِّيه إبراهيم، وكناني أبا إبراهيم
“Sesungguhnya Jibril telah mendatangiku. Dia mengabarkan bahwa sesungguhnya Allah swt. telah membebaskan Mariyah dan kerabatnya itu (dari segala tuduhan dosa), dan sesungguhnya dalam perut Mariyah ada janin dariku berjenis kelamin laki-laki. Dan janin tersebut adalah semirip-miripnya rupa manusia denganku. Dan Allah swt. memerintahkanku menamakannya Ibrahim, dan saya dipanggil sebagai Abu Ibrahim.”
Kord. Akademik Ma'had Jami'ah UINSA Surabaya dan Tim Aswaja Center Sidoarjo.